Header Ads

Sedot Kista Tiroid dengan dr. Dante Spesialis Endokrin

Sedot Kista Tiroid dengan dr. Dante Spesialis Endokrin

Beberapa waktu yang lalu tiba-tiba saja kista tiroid yang sudah membesar di leherku terasa sakit. Biasanya tidak ada masalah apa-apa, memang semakin hari benjolannya semakin membesar, tapi aku merasa masih aman karena tidak ada rasa sakit sedikitpun atau gejala aneh lain. Sakit yang tiba-tiba ini membuatku panik dan berpikir bisa jadi kista tiroid ini berubah menjadi ganas.

Cerita sebelumnya : Aku dan Kista Tiroid


Hal pertama yang aku lakukan adalah mencari informasi dari internet. Beberapa artikel dari sumber terpercaya yang aku baca, kemungkinan terjadi radang. Radang inilah yang membuat benjolan terasa sakit. Memang benar sih saat itu aku mengalami sakit tenggorokan, batuk, flu dan demam.

Masih belum puas dengan informasi tersebut, aku mencoba menghubungi seluruh anggota keluargaku yang berprofesi sebagai dokter, dokter apapun itu. Dimulai dari adikku yang baru saja menuntaskan pendidikan dokternya, spesialis penyakit dalam, bahkan spesialis bedah tulang (padahal tidak ada hubungannya). Salah satunya memberikan diagnosa yang sama, yaitu terjadi radang. Semuanya menyarankan aku untuk segera konsultasi ke dokter spesialis endokrin.

Takut akan terjadi hal menyeramkan yang selalu terbayang, hari itu juga aku langsung mencari tempat praktek dr. Dante yang selama ini menjadi dokter spesialis endokrin incaran karena banyak review dari pasiennya yang memuaskan dan melakukan sedot kista tiroid tanpa harus melakukan operasi.

Nama lengkap beliau adalah dr. Dante S. Harbuwono, Sp.PD, PhD, KEMD. Praktek di tiga rumah sakit yaitu Metropolitan Medical Center (MMC), Mitra Keluarga Kelapa Gading dan RSCM. Sebagai informasi, inilah nomor kontak yang bisa dihubungi dari ketiga rumah sakit tersebut.

Metropolitan Medical Center (MMC) : 021 5203435
Mitra Keluarga Kelapa Gading : 021 45852700
RSCM : 021 1500135

Berhubung RSCM tidak merespon saat aku hubungi, akhirnya aku memilih rumah sakit MMC karena itu yang terdekat. Tapi ternyata antriannya sudah mencapai 41, dan aku mendapatkan nomor 42 di hari itu. Lebih parahnya lagi, dalam satu bulan kedepan, panjang antriannya tidak jauh berbeda. Padahal jam prakteknya di mulai pukul 8 malam. Harus sampai jam berapa aku menunggu dengan membawa dua balita ke rumah sakit? Kasihan. 

Kemudian aku mencoba berusaha menghubungi rumah sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading berharap mendapatkan nomor antrian yang lebih kecil. Tapi ternyata disana malah lebih panjang lagi, sudah diatas 60 untuk satu bulan kedepan disetiap jadwal prakteknya. Luar biasa sekali dr. Dante ini, batinku.

Berhubung ini darurat karena leherku terasa semakin sakit dan menyulitkanku untuk menelan, akhirnya aku menelepon kembali ke MMC dan mendaftar ke dokter spesialis endokrin lain yang alhamdulillah ada yaitu
Dr. Gatut Semiardji, SpPD-KEMD. Bersyukurnya lagi, beliau praktek di siang hari. Jadi aku tidak merasa bersalah jika harus membawa anak-anak ke rumah sakit.

Singkat cerita, aku berkonsultasi dengan dr. Gatut tanpa harus menunggu lama dan sangat takjub dengan keramahan beliau. Hanya saja aku tidak mendapatkan solusi apa-apa karena harus malakukan tes hormon dan USG tiroid terlebih dahulu agar bisa didiagnosa lebih lanjut walaupun beliau menyatakan kemungkinan besar kistaku ini bisa disedot. Beliau menyarankan agar berkonsultasi dengan dr. Dante saja karena dr. Dante memiliki alat USG sendiri sehingga aku tidak perlu bolak balik mengurus USG tiroid ke bagian radiologi. Akhirnya aku tahu kenapa pasien dr.Dante membludak, yaitu alat USG yang beliau miliki sehingga pasien tidak perlu bersusah payah melakukan USG ke bagian lain dan bisa segera dilakukan tindakan tanpa harus menunggu lama. Memang inilah yang aku butuhkan. Sangat riskan membawa anak-anak terlalu sering ke rumah sakit.

Memegang rekomendasi dari dr. Gatut, aku menyanggupi menunggu jadwal dr. Dante yang kebetulan ada di hari yang sama yaitu jam 8 malam. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah aku mendapatkan urutan pertama yang di panggil. 

Saat masuk, tanpa basa basi dr. Dante langsung masuk ke inti permasalahan. Bahkan saat mengajukan hasil tes hormon tiroid (setelah dari dr. Gatut aku melakukan tes hormon tiroid yang hasilnya bisa diambil setelah 2 jam), beliau sudah meyatakan bahwa hormonku pasti normal sebelum membuka hasil tes lab yang aku berikan. Memang benar sih hormon tiroidku normal. Mungkin dr. Dante sangat berpengalaman dengan jam terbang yang tinggi sehingga mampu mendiagnosa seseorang hanya dengan melihat fisiknya saja. 


Sedot Kista Tiroid dengan dr. Dante Spesialis Endokrin
Hasil Tes Lab Hormon Tiroid
Sedot Kista Tiroid dengan dr. Dante Spesialis Endokrin
Rincian Biaya Cek LabHormon Tiroid

Setelah itu aku memperlihatkan kista tiroidku yang membengkak besar. Diamati sebentar, beliau langsung bilang bahwa ini bisa disedot. Kemudian aku bertanya perihal rasa sakit yang aku rasakan dua hari ini di benjolan tersebut. Berdasarkan hasil USG, sakit itu disebabkan oleh urat-urat leher yang tertarik karena kista yang membesar. Tanpa menunggu waktu lama, jarum suntik berukuran besar dengan jarumnya yang menyerupai jarum suntik saat donor darah telah disiapkan untuk menyedot cairan kista. Aku yang ketakutan luar biasa tidak mempengaruhi kinerja beliau sedikitpun. Tidak sampai semenit, jarum suntik ditusukkan ke benjolan dan cairan disedot lalu diberi plester. Selesai. Sesebentar itu.

Saat diperlihatkan, cairan kista yang berhasil disedot berwarna hitam kemerahan pekat dengan jumlah 16 cc  Padahal sebelumnya aku menyangka cairan kistaku ini berwarna bening loh. Suntik besar itu terisi lebih dari setengahnya, malah terlihat hampir penuh. Apakah sakit? Tidak! Malah lebih sakit saat mengambil darah di tangan saat pemeriksaan hormon tiroid. 

Kira-kira beginilah ilustrasi cairan kista yang disedot. Maaf ya aku lupa mendokumentasikan yang real-nya.

Sedot Kista Tiroid dengan dr. Dante Spesialis Endokrin
Warna cairan kista yang disedot hitam pekat
(sedikit ada merahnya jika diperhatikan secara dekat)

Sesaat setelah disedot, benjolan  masih ada. Namun menurut pernyataan dr. Dante, benjolan tersebut telah menyusut. Aku percaya saja, toh ada alat USG disana yang bisa memperlihatkan dengan jelas. Tidak ada obrolan panjang setelah itu. Aku hanya diminta kembali satu bulan lagi untuk melihat kistanya apakah telah menyusut sempurna dan menghilang, atau perlu dimasukkan obat agar kantongnya menutup baru setelah itu hilang dengan sendirinya. Aku juga menanyakan apakah cairan kistanya perlu di cek untuk mengetahui bersifat ganas atau tidak, tapi dengan yakin beliau menyatakan bahwa kista tiroidku ini tidak ganas. Apakah ada obat? Tidak. Bahkan dalam keadaan leherku yang sakit sekalipun. Namanya pasien, ya manut saja.

Setelah membayar di kasir, inilah rincian biaya yang aku keluarkan. 


Sedot Kista Tiroid dengan dr. Dante Spesialis Endokrin
Rincian harga sedot kista tiroid dengan dr. Dante

Untuk menghilangkan rasa sakit pada leher yang aku yakini akibat radang, aku hanya meminum paracetamol yang banyak dijual bebas di pasaran. Saudarku yang berprofesi sebagai dokter spesialis penyakit dalam juga menyarankan untuk meminum paracetamol saja dan sempat kaget karena tidak diresepkan obat sama sekali. Alhamdulillah sangat membantu untuk mengurangi demam dan rasa sakitnya.


Baca juga

Ternyata Kejang Demam itu Turunan, Loh
Yuk Berkenalan dengan Vaksin Japanese Encephalitis (JE)
W Sitting pada Anak Berbahaya. Benarkah?
Imunisasi Ramah Kantong Di Rumah Vaksin
Isi Kotak P3K Anak
Cara Mengatasi Sembelit pada Anak

Itulah pengalamanku melakukan sedot cairan kista tiroid dengan dr. Dante. Karena beliau selalu melayani banyak pasien yang antriannya bisa mencapai 50 bahkan lebih setiap kali praktek, tidak ada basa basi berarti yang dilakukan. Langsung masuk ke intinya dan gerak cepat untuk melakukan tindakan. Jadi waktu berkonsultasi pun tidak lama. Jika bertanya akan dijawab singkat sesuai dengan yang ditanyakan. Pokoknya semuanya serba cepat.

Sampai aku menulis pengalaman ini, benjolan dileherku masih ada. Berkurangnya hanya sedikit sekali. Aku tidak tahu apakah memang membutuhkan waktu lama untuk menyusut, atau ada hal lain yang terjadi. Tapi alhamdulillah sakit yang aku rasakan kemarin sudah hilang walaupun sering kambuh jika aku makan junkfood dan minuman dingin yang manis. Aku juga bingung kenapa sekarang makanan yang aku konsumsi bisa berpengaruh ke rasa sakit di kistanya, padahal dulu tidak. Ya sudah untuk berjaga-jaga aku menghindari makanan dan menimunan yang seperti itu dulu dan mencukupkan istirahat. 

Doakan ya semoga masalah kista tiroidku ini bisa sembuh. 

Ditunggu ceritaku satu bulan lagi :)


10 comments:

  1. halo ka,, kalau boleh tau jarak antara kk tau ada kista ditiroid sampai kista nya disedot berapa lama?

    ReplyDelete
    Replies
    1. setelah sedot kista,,ada efek samping yg kk rasain ga ? apakah ada pantangan makan atau hal lainnya ?

      Delete
    2. Nggak ada sih, paling cuma memar bekas suntikan doang sama menghilangkan rasa sakit radangnya.
      Kata dokternya sih nggak ada pantangan apa-apa. Cuma kemarin itu sempat berhenti makan junk food dan minuman manis dulu buat jaga-jaga biar radangnya nggak kambuh.

      Delete
  2. duh kalau baca tentang penyakit itu kok bawaan serem gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, aku apalagi. Pikiran udah kemana-mana saking takutnya. Tapi alhamdulillah kata dokternya nggak bahaya, dan semoga memang begitu. Aamiin.

      Delete
  3. Kalau seperti daging tumbuh setelah luka kecelakaan itu apa termasuk tiroid juga ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu kayaknya koloid deh, ada benjolan dibekas luka gitu kan ya?
      Kalau tiroid itu kelenjar di leher.

      Delete
  4. Selama 2 tahun sebelum kistanya disedot, gejala apa aja yang dirasain, Mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak ada gejala apa-apa selain pembengkakan. Cuma pas mau disedot kemarin kayaknya kista meradang, jadi sakit dipegang dan menelan.

      Delete