Header Ads

10 Manfaat Mengikutsertakan Anak dalam Perlombaan


Mengikuti anak dalam sebuah kompetisi ternyata bukan hanya memberikan kesenangan dan keseruan kepada si kecil, namun banyak hal positif yang dapat dirangsang demi maksimalnya tumbuh kembang anak. Lomba apapun itu, mudah atau sulit, semuanya sama. Misalnya saja lomba sederhana pada acara 17 Agustus-an di sekitar tempat tinggal seperti lomba makan kerupuk, memasukkan pensil dalam botol, memindahkan bendera dan yang lainnya. Atau lomba yang membutuhkan kompetensi yang lebih tinggi seperti perlombaan cabang olahraga, menggambar, melukis, seni peran, dancing, modeling dan bernyanyi. Bahkan perlombaan merangkak pun sudah diadakan untuk anak berusia dibawah satu tahun. 

Sebenarnya apa saja sih manfaat yang didapat dengan mengikutsertakan anak dalam sebuah lomba atau kompetisi, sehingga banyak orang tua dan anaknya yang berpartisipasi? 



Keramaian dan kehebohan saat lomba berlangsung sering membuat beberapa anak merasa gugup, takut atau bahkan menolak ikut padahal sudah berada di lokasi acara. Biasanya hal ini terjadi disaat-saat pertama saja.. Nah dengan membiasakan anak mengikuti kompetisi, maka keberanian anak akan muncul dengan sendirinya karena sudah tidak merasa asing dan kaget lagi untuk berbaur dengan banyaknya peserta lain. 


Disaat lomba berlangsung, biasanya anak akan dilepas oleh orang tua karena peraturan panitia yang melarang orang tua untuk berada didekat anak agar tidak mengganggu jalannya acara. Keadaan seperti ini otomatis melatih kemandirian anak untuk dapat menjalani perlombaan tanpa bantuan orang tua. Anak juga akan sadar dan mengerti bahwa ada saatnya dimana dia tidak selalu didampingi orang tua dalam melakukan sesuatu. 


Kemandirian anak dalam menjalankan instruksi lomba juga berbanding lurus dengan kepercayaan dirinya. Anak akan berusaha semaksimal mungkin dengan segala kemampuan yang dimilki agar dapat menyelesaikan setiap tahapan lomba. Jika anak mampu menyelesaikan perlombaan, berarti dia telah berhasil mengandalkan dirinya dan percaya akan kemampuannya sendiri.

Dalam perlombaan, sudah pasti yang dituntut adalah peserta yang saling berkompetisi untuk meraih gelar juara. Anak yang belum pernah atau baru pertama kali mengikuti lomba, biasanya belum mengerti apa yang dinamakan berkompetisi. Mereka menganggap bahwa perlombaan tersebut sama saja dengan bermain sehingga banyak anak yang melakukannya dengan main-main juga. Seringnya latihan dan mengikuti kompetisi, anak akan semakin paham bahwa tujuan utama mengikuti lomba adalah untuk menjadi pemenang. 

Baca juga
6 Hal yang Harus Dilakukan agar Anak Siap Mengikuti Lomba
Mempersiapkan Mental Anak agar Terhindar dari Depresi
Tips Mengatasi Kecemburuan Si Kakak setelah Mempunyai Adik
Mengembangkan Kemampuan Motorik Anak di Wahana Bermain
Isi Kotak P3K Anak


Bukan hanya anak yang akan bekerja keras untuk berlomba, tapi orang tua sebagai pihak utama dalam melatih anak juga harus berusaha ekstra agar bisa menang dalam perlombaan. Bahkan jauh sebelum acara berlangsung, anak dan orang tua sudah memulai usahanya dengan belajar dan berlatih. Tanpa kerja keras, sudah pasti anak tidak akan pernah memegang piala kemenangan. Percayalah, usaha tidak membohongi hasil.


Banyaknya peserta lomba akan memancing keinginan anak untuk bersosialisasi dengan orang lain. Apalagi dengan adanya teman seumuran, biasanya anak akan lebih tertarik untuk bermain bersama. Bukan hanya anak saja, orang tua juga bisa membangun jaringan pertemanan baru bersama orang tua peserta lain. Apalagi jika orang tua juga ikut aktif dalam sebuah komunitas untuk latihan bersama, pastinya proses bersosialisasi ini selalu aktif terjadi.


Jika tidak latihan, maka tidak akan menang. Jika rajin latihan, maka peluang untuk menang juga akan semakin besar. Jika tidak berusaha maksimal saat lomba, maka peserta lain akan dengan mudah meraih kemenangan tanpa halangan berarti. Ini merupakan beberapa contoh hukum sebab-akibat yang dapat dipelajari anak maupun orang tua dalam perlombaan. Anak yang masih belum paham akan hal ini, perlahan akan mulai mengerti dan akhirnya akan melakukan yang terbaik jika ingin mendapatkan yang terbaik pula.


Orang tua yang aktif mengikutsertakan anaknya dalam berbagai perlombaan, mendapatkan keuntungan lebih dengan menemukan bakat anak yang terpendam. Biasanya anak akan lebih bersemangat dan menonjol pada bidang yang disukainya dan lebih cepat bisa bila memilki bakat dibidang tersebut. Orang tua hanya perlu memperhatikan gerak gerik dan minat anak saat lomba berlangsung. Jika sudah menemukan bakat anak, maka orang tua akan lebih mudah untuk mengembangkannya, tidak perlu menerka-nerka lagi.


Potensi yang dimiliki anak sudah seharusnya dilatih agar memilki kemampuan yang mumpuni. Misalnya saja jika orang tua dan anak berencana untuk mengikuti perlombaan menari, maka potensi diri anak dalam hal tari lah yang akan dilatih dan dikembangkan secara maksimal. Anak-anak yang masih polos membutuhkan rangsangan atau latihan agar potensi yang dimilikinya tidak tenggelam begitu saja, namun bisa menoreh prestasi  yang membanggakan.


Orang tua yang selalu setia mendampingi anak dalam setiap proses yang dijalaninya tentu saja akan mempererat ikatan antara orang tua dan anak. Banyak quality time yang dilalui bersama, perjuangan dan beratnya latihan sama-sama dirasakan, perhatian, pelukan, simpati, empati dan rasa kedekatan lainnya akan selalu terjalin. Hadirnya orang tua dalam kehidupan anak tentunya sangat berdampak positif dalam pertumbuhan fisik dan mental anak.


Itulah 10 manfaat yang bisa didapatkan saat mengikutsertakan anak dalam sebuah perlombaan. Bukan hanya berdampak positif bagi anak, tapi juga bagi orang tua. 

Semoga bermanfaat:)


2 comments:

  1. Bener juga ya, salh satunya selain mengembangkan potensi biar anak lebih berani klo utk juara nomer kesekian, Thanks mba Infonya keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas, juara atau tidak, yang penting anak berani. Apalagi bisa sampai garis finish, waah emak bapaknya udah bahagia banget pasti.

      Delete