Perhatikan 4 Hal Ini dalam Memilih Sekolah Anak Usia Dini


Tahun ajaran baru sebentar lagi akan segera datang. Orang tua mulai sibuk mencari referensi sekolah demi mendapatkan pendidikan terbaik untuk anaknya. Orang tua yang belum berpengalaman dalam memilih sekolah anak, tentunya merasa bingung dalam menentukan standar yang tepat bagi si anak maupun orang tua itu sendiri.

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan jenjang pertama pendidikan di Indonesia yang sudah banyak dibuka dimana-mana, baik negeri maupun swasta. Jika dulu hanya perlu 1 tahun untuk menamatkan pendidikan pra-sekolah yaitu di Taman Kanak-kanak (TK), sekarang zamannya sudah berubah. Normalnya terdapat 3 tingkat pendidikan pra-sekolah yang harus dilalui anak yaitu Kelompok Bermain (KB), TK A dan TK B.

Berhubung aku adalah seorang ibu dari anak berusia hampir 4 tahun, dimana tahun ajaran baru nanti harus masuk sekolah, kemarin cukup banyak hal membingungkan dan keragu-raguan selama memilih dan mempertimbangkan sekolah mana yang paling tepat. Sampai pada akhirnya aku memantapkan diri memilih satu sekolah yang sesuai dengan beberapa poin kesepakatan aku dan suami dalam menentukan sekolah yang tepat untuk anak kami. 

Perlu digarisbawahi bahwa jenis pendidikan apapun yang dipilih, sejauh atau sedekat apapun jaraknya atau semahal apapun biayanya, tetaplah pendidikan anak usia dini yang paling utama bertumpu kepada KELUARGA. Jangan sampai orang tua lepas tangan sepenuhnya kepada pendidikan anak di sekolah. Pemegang peran terbesar dalam mendidik anak tetaplah orang-orang terdekatnya, yaitu keluarga. 


Jenis Sekolah

Hal pertama yang pastinya harus dipelajari orang tua adalah menentukan jenis sekolah yang cocok untuk anak. Bersumber dari motherandbaby.co.id, ada beberapa jenis sekolah anak usia dini yang perlu diketahui.
  1. Montessori : lebih melakukan pendekatan kepada setiap anak secara personal yang lebih memperhatikan kelebihan  dan kekurangan anak. Cocok untuk anak yang berkebutuhan khusus atau yang memiliki masalah belajar.
  2. Highscope : anak terlibat secara aktif dengan benda, orang, ide atau sebuah peristiwa sehingga mendorong anak untuk lebih mengenal ketertarikannya dan bebas memilih sesuatu sesuai dengan ketertarikan tersebut. Sedangkan guru dilatih untuk mengajarkan anak membuat keputusab. Cocok untuk anak kinestetik (banyak gerak) karena melibatkan anak secara aktif dalam proses belajarnya.
  3. Internasional : biasanya didirikan oleh lembaga atau kedutaan besar asing yang bertujuan mengakomodasi anak-anak disekolah asal untuk mengikuti kurikulum yang berlaku di negaranya. Cocok untuk anak-anak yang berencana untuk melanjutkan pendidikan di negara lain.
  4. Sekolah Alam : menggunakan alam sebagai media belajarnya sehingga membutuhkan lahan atau area yang cukup luas dan asri. Sekolah Alam lebih banyak melakukan proses belajar diluar ruangan dan memanfaatkan alam untuk bereksplorasi. Jika orang tua ingin menonjolkan kecerdasan natural anak, maka sekolah ini cocok dijadikan pilihan. 
  5. Berbasis Agama : mengajarkan anak untuk melakukan segala sesuatunya berlandaskan ajaran agama dan selalu mendekatkan diri dengan Tuhan. Jika orang tua ingin menanamkan nilai agama dalam kehidupan anak sejak dini, maka sekolah ini sangat tepat untuk dijadikan pilihan.
  6. Multiple Intelligences : membantu anak untuk menemukan kecerdasan dominannya dengan berbagai rangsangan, baik rangsangan secara akademik maupun non-akademik. Hampir semua sekolah sudah menerapkan metode ini yang tergabung dalam kurikulumnya, sehingga sekolah apapun yang dipilih, maka Multiple Intelligences ini sudah pasti diterapkan dalam proses belajar-mengajarnya.
Selain keenam jenis sekolah tersebut, masih ada satu lagi jenis sekolah yang menggunakan pendidikan Berbasis Karakter dalam kurikulumnya. Karakter anak menjadi poin utama yang harus dibentuk dan dilatih agar menjadi pribadi yang baik. Di sekolah ini anak diajarkan untuk lebih memahami nilai-nilai kehidupan seperti kejujuran, kepedulian, kedisiplinan, berempati, saling percaya dan sebagainya. 

Dari sekian banyaknya jenis sekolah anak usia dini yang ada, orang tua dapat mempelajarinya terlebih dahulu sehingga tahu akan kelebihan dan kekurangan masing-masingnya. Sebelum memilih jenis sekolah yang diinginkan orang tua, perhatikan pula kebutuhan dan minat anak agar tidak salah dalam mengambil keputusan.

Baca juga
Toilet Training Tidak Semenakutkan yang Dibayangkan, Kok. Ini Tipsnya!
4 Kata Wajib yang Harus Diajarkan kepada Anak
6 Hal yang Harus Dilakukan agar Anak Siap Mengikuti Lomba
Cara Mengajarkan Anak Gosok Gigi
Tips Mangatasi Kecemburuan Si Kakak setelah Mempunyai Adik


Keadaan Sekolah
Area dan lingkungan sekitar sekolah juga merupakan hal penting untuk dijadikan perhatian. Pelajari profil sekolah, kondisi bangunan, luas area dan fasilitas bermain, toilet, ruang kelas, tenaga pengajar, hingga sistem keamannya. Lihat juga bagaimana keadaan disekitarnya, apakah sekolah berada dipinggir jalan raya dengan lalu lintas padat atau di dalam gang sempit, di lingkungan yang tidak terkelola dengan baik atau di lingkungan terperhatikan kebersihannya, dan berbagai pertimbangan lain. Sesuaikan keadaan tersebut dengan kondisi anak dan orang tua. Misalnya saja jika orang tua yang hanya bisa menjemput anak menggunakan kendaraan pribadi seperti motor atau mobil, maka tidak mungkin untuk memilih sekolah yang berada dalam gang kecil. Atau kasus lain jika anak membutuhkan ruang gerak untuk berlarian karena memiliki rumah yang tidak cukup luas, maka memilih sekolah dengan area bermain terbuka yang luas bisa dijadikan pilihan yang tepat.

Jarak
Sebaik apapun sekolahnya, jika jarak tempuh yang harus dilalui cukup jauh, tentunya ini akan sangat merepotkan dan melelahkan bagi anak. Tidak mungkin anak sekecil itu harus bangun sangat pagi dan harus bergegas berangkat sekolah dengan waktu tempuh berjam-jam untuk mengikuti proses belajar mengajar yang hanya 2 atau 3 jam saja. Pilihlah sekolah yang mudah dijangkau dari rumah dengan akses jalan lancar dan aman. Orang tua juga bisa mengantar jemput anak dengan leluasa dan bisa segera melihat anak jika terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan. Anak pun tidak perlu dipaksa bangun terlalu pagi karena takut terlambat dan orang tua juga lebih punya waktu untuk menyiapkan bekal sekolah anak. Ini lebih kepada alasan keamanan, kenyamanan dan kemudahan orang tua beserta anak selama bersekolah (berat diongkos juga sih kalau terlalu jauh).

Biaya
Jangan kaget jika biaya sekolah anak usia dini saat ini (khususnya dikota besar) begitu mahal dan bisa dibilang tidak masuk akal. Bahkan ada sekolah yang mematok harga jutaan rupiah untuk biaya bulanannya. Pandai-pandailah memilih sekolah anak yang bagus namun harganya masih terjangkau. Sesuaikan dengan penghasilan dan jangan memaksa jika biaya sekolah yang diincar ternyata harus mengurangi jatah makan sehari-hari. Memilih sekolah yang sesuai dengan kemampuan finansial bukan berarti menjatuhkan pilihan pada sekolah berstandar pas-pasan, tapi lebih kepada mempertahankan kondisi keuangan keluarga agar tetap seimbang. Banyak kok sekolah bagus dengan harga bersahabat, dan tidak melulu sekolah mahal bisa menjadi sekolah terbaik untuk anak. 

Berikut beberapa saran yang bisa membantu orang tua saat memilih sekolah anak.
  1. Mintalah review kepada teman atau saudara yang sudah lebih dulu memasukkan anaknya di sekolah incaran. Biasanya review yang diberikan lebih jujur dan apa adanya sehingga bisa dijadikan bahan pertimbangan.
  2. Jangan terlalu cepat terpikat dengan segala penjabaran yang diberikan pihak sekolah mengenai sistem pembelajaran dan fasilitas yang dimikikinya. Lebih baik pelajari dan diskusikan dengan pasangan terlebih dahulu.
  3. Hilangkan mindset "Mahal adalah yang terbaik". Itu salah besar! Jika memang tidak ada masalah dengan keuangan dan merasa sah-sah saja akan harga fantastis yang diberikan pihak sekolah, jangan pernah sekali-kali menganggap bahwa sekolah mahal tersebut sudah pasti yang terbaik untuk anak. Memilih sekolah yang dimaksud disini bukanlah memilih sekolah termahal, namun sekolah yang paling tepat dengan kebutuhan dan kondisi anak beserta orang tua.
  4. Jangan ikut-ikutan. Kondisi setiap keluarga berbeda dan kondisi setiap anak juga berbeda. Jangan memaksakan diri untuk menyekolahkan anak bersamaan dengan anak saudara atau sahabat hanya karena alasan "biar samaan, nggak ribet". Kalau kondisi dan keadaannya sama, tidak masalah jika ingin memilih sekolah yang sama pula. Tapi jika keadaan dan kebutuhannya berbeda, apakah masih tetap memaksa untuk ikut-ikutan?
  5. Poin prioritas bagi masing-masing orang tua berbeda. Ada yang lebih mengutamakan jenis sekolahnya dan tidak masalah dengan biaya mahalnya, ada juga yang memiliki kendala dalam proses antar-jemput sehingga lebih mempertimbangkan masalah jarak, atau ada juga yang lebih butuh sekolah dengan area bermain yang luas dan mendapatkan sinar matahari cukup. Pertimbangkanlah pemilihan sekolah anak berdasarkan poin prioritas terlebih dahulu, barulah mempertimbangkan poin lainnya.
Itulah beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih sekolah anak usia dini yang tepat bagi anak. Jika pemilihan sekolah tepat, maka anak akan memperoleh pendidikan yang terbaik.

Semoga bermanfaat.


2 comments:

  1. Jadi pada intinya apapun sekolahnya orang tua selalu memperhatikan ekstra dan tidak lepas begitu saja atau bergantung pada sekolah tersebut.😊😊

    ReplyDelete