5 Alasan Kenapa Menikah Merupakan Ibadah, Kamu yang Mau Nikah Wajib Tahu


''Di antara tanda-tanda (kebesaran dan kekuasaan) Allah adalah
Dia menciptakan dari jenismu pasangan-pasangan agar kamu
(masing-masing) memperoleh ketenteraman dari (pasangan-pasangan)-nya, 
dan dijadikannya di antara kamu mawaddah dan rahmah.
Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda
bagi kamu yang berpikir" 
QS Ar-Rum (30): 21

Siapa yang berniat menikah dalam waktu dekat? Wah, pasti kamu tengah sibuk mempersiapkan segala hal terkait acara di hari H nanti. Baju pernikahan, baju pesta, gedung, dekorasi, catering, undangan dan banyak poin lainnya yang tidak boleh terlewatkan demi terlaksananya pesta pernikahan yang sesuai impian.

Tapi sudah sejauh mana kamu dan calon pasanganmu mempersiapkan diri, baik fisik ataupun mental, untuk menjalani kehidupan berumah tangga nanti? Setelah menikah, kamu akan memasuki babak baru dalam hidupmu dan melaksanakan ibadah panjang hingga bertahun-tahun kedepan. Bisa jadi ibadah ini akan kamu jalani hingga akhir hayat nanti.

Yap, menikah adalah ibadah. Banyak amalan yang bisa dikerjakan selama berada dalam ikatan suci pernikahan. Bahkan tersenyum kepada suami atau istri saja bisa menjadi tabungan pahala untukmu. Kamu akan merasa nyaman dan tenang dengan adanya pendamping disisimu yang sah dimata Allah SWT. Masih mau menunda untuk menikah?


Sering mendengar istilah "bahtera rumah tangga"? 
Kata bahtera digunakan karena memang berumah tangga sama persis dengan bahtera yang sedang berlayar di lautan luas. Tidak semua rute yang kamu lalui selalu tenang. Akan ada riakan kecil, ombak besar bahkan badai yang bisa saja membuat bahteramu karam.
Usahamu, komitmenmu dan rasa cintamu yang akan mempertahankan bahtera itu agar tetap dapat berlayar hingga akhir.



Kenapa Sih Menikah Dikatakan sebagai Ibadah? Kamu yang Mau Nikah Harus Tahu


Pasangan yang akan menikah harus mengetahui alasan kenapa menikah bisa dikatakan sebuah ibadah. Bahkan ada yang mengatakan bahwa menikah adalah ibadah terpanjang yang dilakukan oleh manusia. Diharapkan dengan mengetahui hal ini, kehidupan setelah menikah bisa dijalankan dengan niat mengharapkan ridha Allah. Karena berumah tangga selama bertahun-tahun bukanlah sebuah perkara mudah. Banyak suka, duka dan cerita yang akan terukir didalamnya. Nah, sebenarnya apa saja sih alasan yang mendasari kenapa menikah merupakan ibadah?



1 Sunnah Rasul

Sebagai seorang muslim, pasti sudah mengetahui bahwa Al-quran dan hadist adalah dua sumber pegangan hidup yang dapat menjaga diri agar tetap lurus dalam bersikap dan bertindak. Begitu pula dalam hal menikah.

Rasulullah SAW berkata, "Wahai para pemuda, jika salah seorang dari kalian mampu menikah, maka lakukanlah. Sebab menikah itu baik bagi mata kalian dan melindungi yang paling pribadi (farj)." - HR Bukhari dan Muslim

Rasulullah SAW juga mempertegas dengan berucap "Barangsiapa yang suka syariatku, maka hendaklah mengikuti sunnahku. Dan bagian dari sunnahku adalah menikah." - HR Baihaqi

Rasulullah SAW bersabda, "Jika seseorang telah menikah, berarti ia telah mencukupi separuh agama, maka hendaklah bertakwa pada Allah dalam menjaga sisanya yang separuh".

Rasulullah SAW juga menggambarkan betapa berlimpahnya rahmat Allah kepada umatnya yang menikah, "Pintu-pintu langit akan dibuka dengan rahmat-Nya dalam empat situasi, yaitu saat turun hujan, saat seorang anak melihat wajah orang tuanya dengan kasih, ketika pintu Ka'bah dibuka, dan saat pernikahan."

Hadist tersebut secara jelas menyeru seluruh umat Islam agar menyegerakan menikah jika merasa telah mampu secara fisik maupun mental. Betapa luar biasanya rahmat Allah SWT kepada hamba-Nya yang mengikat hubungan antara laki-laki dan perempuan dengan tali suci pernikahan. Bayangkan saja, dengan menikah, seseorang sudah memenuhi separuh dari agama dan keberkahannya disetarakan dengan dibukanya pintu Ka'bah. MasyaaAllah.


2 Menghalalkan Apa yang Diharamkan

Islam sangat menjaga kehormatan dan pergaulan umatnya. Ada batasan tertentu yang tidak boleh dilanggar bagi laki-laki dan perempuan agar tidak terjebak dalam dosa zina. Beberapa ayat dalam Al-quran menggambarkan betapa besarnya dosa berzina. Dengan melakukan perbuatan tersebut dipastikan akan mendatangkan banyak mudharat dalam hidup.

Sebenarnya memang sudah kodratnya manusia menunjukkan ketertarikan kepada lawan jenis ketika memasuki usia matang. Jika ketertarikan itu diarahkan kepada sucinya ikatan pernikahan, alangkah banyaknya pahala yang bisa didapat. Sebaliknya, jika perasaan itu hanya dijadikan alasan untuk mendapatkan kesenangan duniawi, maka dosa besarlah yang menanti.

Berduaan bersama yang bukan muhrim jelas diharamkan dalam Islam. Namun dengan adanya pernikahan, berduaan dengan pasangan akan dihitung sebagai sebuah ibadah. Hidup menjadi terasa lebih tenang, nyaman dan terhindar dari dosa zina yang banyak menimbulkan fitnah di tengah masyarakat. Karena memang kehidupan dalam pernikahan begitu dipenuhi rahmat dan pahala dari Allah SWT.


3 Proses Belajar Tiada Henti

Menyatukan dua kepala dalam satu rumah tidaklah mudah. Apalagi dengan seseorang yang tidak ada ikatan persaudaraan sama sekali atau malah belum pernah berkawan dan berjumpa sebelumnya. Perbedaan karakter masing-masing individu seringkali menguji kesabaran antara suami dan istri. Namun jika dilihat dari sisi yang positif, hal inilah yang akan menjadi bahan pembelajaran agar dapat menjadi pasangan yang baik tanpa harus menjadikan perbedaan itu sebuah permasalahan besar.

Berkata memang tidak semudah mempraktikkan. Menerima pasangan apa adanya dan beradaptasi dengan perbedaan itu butuh waktu yang tidak sebentar. Menjadikan komitmen dan keridhaan Allah sebagai penguat hati untuk mempertahankan rumah tangga adalah kunci sukses melalui proses belajar yang panjang ini. Suami istri dituntut untuk sama-sama belajar sabar, ikhlas, menghargai, bersyukur, mengendalikan diri, mengontrol emosi dan banyak sifat positif lainnya agar pernikahan tetap awet. Bayangkan betapa banyak pahala yang ditabung dalam proses belajar ini, karena belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik akan bernilai ibadah di mata Allah SWT.



4 Banyak Amalan yang Hanya Bisa Dilakukan oleh Pasangan Suami Istri

Tersenyum atau memasak makanan untuk suami saja sudah dicatat sebagai sebuah pahala bagi istri. Begitu pula dengan suami, mengajak istri jalan-jalan dan menyenangkan hatinya juga merupakan sebuah ibadah yang bisa dijadikan tabungan pahala berlipat ganda. Sudah bisa diperkirakan bukan betapa banyak amalan yang dilakukan setelah menikah. Dan semua itu bisa dilakukan setiap waktu dengan bebas.

Jika bergandengan tangan dengan orang lain yang bukan muhrim adalah sebuah dosa, maka melakukan hal yang serupa dengan suami atau istri justru akan mendapat pahala. Disaat suami bersabar menghadapi istri yang sedang ingin dimanja dan didengarkan segala keluh kesahnya, bukan hanya menyenangkan istri, tapi juga mendapatkan tabungan pahala dari Allah SWT. Padahal jika melakukan hal tersebut dengan perempuan lain yang bukan muhrim, belum tentu dihitung sebagai sebuah amalan. Satu lagi, proses belajar tiada henti yang telah dibahas sebelumnya juga merupakan ibadah tanpa putus bagi pasangan yang menikah. Hal inilah yang menjadi salah satu bukti kuat atas keberkahan Allah yang dilimpahkan kepada hamba-Nya yang memilih untuk menikah.


5 Memperoleh Keturunan

Pasangan menikah tentunya sangat mengharapkan kehadiran buah hati di tengah keluarga. Hal ini jugalah salah satu alasan yang menjadikan seseorang memantapkan hati untuk menikah, yaitu memperoleh keturunan dengan cara yang dihalalkan Allah SWT.

Sama dengan menikah, menjadi orang tua juga merupakan ibadah panjang yang dilakukan seumur hidup. Mulai dari anak lahir hingga dewasa, bukanlah perkara mudah bagi orang tua dalam menjalankan perannya. Trial-error sering kali terjadi. Cobaan fisik dan mental yang dialami orang tua selama membesarkan anak juga tidak bisa disepelekan. Namun dibalik itu semua tujuannya tetaplah sama, memperoleh keridhaan Allah SWT dengan memberikan sebaik-baiknya pengasuhan kepada manusia yang dititipkan-Nya agar dapat menjadi orang berguna dan ahli surga.

Meskipun kenyataannya tidak semua pasangan bisa mendapatkan anugerah besar dengan mendapatkan anak dalam pernikahannya, tetap saja ikhtiar yang dilakukan selama memperoleh keturunan merupakan sebuah kebaikan yang tidak luput dari pengawasan Allah. Allah maha tahu perjuangan setiap hamba-Nya dan Allah juga lah yang menentukan hasilnya. Masalah ini bukanlah urusan manusia, melainkan urusan Allah. Jadi wajar saja jika ada pasangan suami istri yang langsung mendapatkan keturunan setelah menikah, dan ada juga yang harus menunggu beberapa tahun atau malah tidak ada sama sekali. Semua ketetapan itu pastilah yang terbaik dan menyimpan banyak makna dibaliknya. Bisa saja Allah memberikan isyarat untuk mengangkat atau mengadopsi anak agar diasuh dan dididik hingga menjadi anak shaleh dan shalehah sebagai jalan memperoleh pahalanya. Allahualam.


Itulah beberapa hal luar biasa yang menjadi alasan kenapa menikah dikatakan ibadah. Intinya adalah sebuah pernikahan yang dilandaskan dengan niat baik, pasti akan menjadi ladang amal teramat luas bagi suami dan istri yang menjalaninya. Cukup menjalankan hak dan kewajiban masing-masing dan dilengkapi dengan usaha untuk selalu belajar menjadi pribadi yang lebih baik demi pasangan dan keutuhan keluarga serta dengan mengharapkan keridhaan Allah SWT, maka pahala yang tiada terkira banyaknya bisa menjadi penyelamat timbangan kita di akhirat nanti.

Masih mau menunda menikah?
Jika sudah merasa mampu, segerakanlah.

Itu jauh lebih baik untuk melindungi diri dari banyak hal negatif yang seharusnya bisa menjadi sebuah amalan jika dilakukan dalam ikatan pernikahan.

Semoga bermanfaat :)


2 comments:

  1. Saya sudah menikah. Baca postingan ini bikin flashback gitu, hehe. Poin yang ketiga bener banget. Sedikit cerita, saya sudah kenal lama sama suami, bertahun-tahun sebelumnya. Namun setelah menikah, tetap saja ada hal-hal baru entah itu sifat atau kebiasaan dirinya yang perlahan terlihat satu per satu. Begitu pula saya juga jadi lebih mengenal diri sendiri. Jadi menikah itu memang proses pembelajaran salah satunya ya tentang pribadi pasangan kita dan diri sendiri.

    ReplyDelete
  2. Kayaknya ini yang paling susah ya Mbak. Sampai sekarang adaaaaaa aja masalah yang tidak klop sama pasangan. Tapi disitulah tantangannya, hehe

    ReplyDelete