Header Ads

Tips Mempertahankan Kebahagiaan Pernikahan

Tips Mempertahankan Kebahagiaan Pernikahan

Kata orang sih 5 tahun pertama pernikahan itu adalah masa-masa terberat dan banyak ujian. Walaupun usia pernikahanku baru memasuki tahun keempat, tapi aku dan suami sudah hampir sampai ke garis finish masa-masa penuh cobaan ini dong. Apakah benar semenakutkan itu?

Menurutku, semua tergantung sudut pandang masing-masing. Namanya saja menyatukan dua manusia yang bahkan sebelumnya tidak saling mengenal dari lahir. Bertemunya ya saat sudah besar. Bahkan sampai ada yang dijodohkan. Pastinya akan butuh perjuangan keras untuk membuat segala sesuatunya seimbang dan tidak menyakiti satu pihak.

Aku sering bingung kenapa ada pasangan yang memutuskan berpisah diusia pernikahan yang baru seumur jagung hanya karena alasan banyaknya perbedaan diantara mereka. Ya wajar lah, namanya juga beda bapak beda ibu. Saudara kembar saja tidak sama persis, apalagi kita dengan pasangan?

Pertengkaran dalam berumah tangga sangat wajar terjadi. Bahkan penyebabnya bukan hanya dari internal kepribadian pasangan, tapi bisa juga dari keluarga besar, tetangga dan pergaulan. Jangan sampai pertengkaran itu menjadi celah untuk melakukan hal yang negatif sepeti kekerasan atau sampai memutuskan berpisah. Seharusnya pertengkaran itu bisa dijadikan pengalaman agar bisa merubah hubungan menjadi lebih baik lagi. Memang tidak mudah untuk mengalahkan ego, namun jika ego tersebut dibiarkan bertindak sesukanya, tidak akan ada penyelesaian yang akan didapat.

Nah bagaimana caranya agar tetap bertahan dan selalu merasa bahagia dalam pernikahan? 

💕 Peganglah Komitmen

Bukankah disaat menikah kita sudah berkomitmen untuk selalu bersama? Selalu setia, saling menyayangi, saling menerima, saling mengingatkan, saling membantu dan saling mempertahankan. Komitmen yang sudah disepakati disaat ijab kabul diucapkan ini bukan hanya disaksikan oleh manusia saja, tapi ikrar itu juga digemakan dihadapan Allah SWT. Apakah akan semudah itu untuk melupakannya dan malah mengikuti emosi sesaat yang belum tentu benar? Jika permasalahan yang terjadi tidak melanggar norma dasar dan kaidah, peganglah selalu komitmen untuk saling bersama apapun yang terjadi.

Baca juga

6 Kriteria Memilih Calon Suami
Suami adalah "Dunia" Istrinya
5 Hal yang Bisa Dilakukan Ayah agar Bunda Bahagia
Beberapa Skincare yang Ampuh Mengobati Jerawat Membandel
Make Up Daily Simple Cocok untuk Ibu-ibu Anti Ribet

💕 Jangan Ada Rahasia

Apa yang dirasakan, katakan! Tidak ada gunanya jika hanya memendam sesuatu yang seharusnya pasangan tahu. Mengalah boleh saja, tapi jika setelah kejadian itu masih tetap teringat dan menambah goresan baru di hati, malahan luka itu akan menumpuk dan sewaktu-waktu bisa meledak. Jika ada sesuatu yang mengganjal, utarakan dengan baik. Carilah waktu yang tepat dan santai untuk membahasnya. Terkadang pasangan tidak tahu apa yang kita inginkan, dan sebaliknya, kita malah mengharapkan perlakuan dari pasangan yang sesuai dengan kehendak kita. Tak pernah ada hubungan yang baik tanpa komunikasi yang baik.

💕 Pikirkan Sesuatu yang Baik dari Pasangan

Disaat kita memilih pasangan untuk menikah, pasti banyak hal baik yang tampak sehingga memberikan keyakinan penuh untuk menjalin hubungan yang serius. Dengan banyaknya ujian yang menerpa, kebaikan itu perlahan hilang dan terlupakan. Rasa marah dan kesal terkadang membuat pasangan terlihat menyebalkan serta banyak pikiran buruk dan kecurigaan yang muncul. Segeralah tepis semua prasangka jelek itu! Ingat semua kebaikan dan sikap tulus yang pernah dilakukan pasangan. Bukankan istri kita terlihat cantik dan penuh kasih sayang? Bukankah kita mengagumi suami akan kerja keras dan cinta tulusnya? Ingatlah semua hal positif dari pasangan. Jadi jangan pernah dibutakan oleh keegoisan, amarah dan praduga yang tidak pasti ya.

💕 Semua Tugas Bersama

Dalam rumah tangga, tidak ada yang namanya ini tugas istri dan itu tugas suami. Aku dan suami selalu menerapkan bahwa semua urusan rumah tangga adalah urusan bersama. Walaupun dalam kenyataannya memang ada yang lebih dominan dalam mengerjakan sesuatu, seperti suami yang lebih fokus mencari nafkah serta istri yang lebih banyak menghabiskan waktu dalam mengasuh anak dan mengurus urusan rumah tangga. Usahakan saling membantu dalam setiap pekerjaan, misalnya jika suami sibuk dengan tugas kantornya, bantulah walaupun hanya sekedar menyusun berkas. Berdiskusi untuk mencari uang tambahan oleh istri juga bisa menjadi salah satu bentuk kerja sama, meskipun hasilnya tidaklah seberapa. Begitu juga dengan pekerjaan rumah tangga, suami bisa membantu mencuci piring, beres rumah atau mengasuh anak. Dengan begini semuanya akan terasa lebih ringan dan tidak ada yang merasa terbebani. 

💕 Berlakulah seperti Apa Kamu Ingin Diperlakukan

Jika ingin dimanja, manjakanlah pasangan. Jika ingin diperhatikan, perhatikan juga pasangan. Semudah itu dan tidak perlu memperkeruh keadan dengan sikap egois yang sering membuat diri merasa enggan mengalah. Tidak ada istilah suami harus dilayani oleh istri, sedangkan istri tidak pernah diperlakukan dengan baik. Begitu pula sebaliknya. Bagiku dan suami, perlakuan kami satu sama lain harus sama. Aku tidak melupakan kodrat istri yang harus melayani dan mengikuti perintah suami, hal ini tetap aku pegang teguh. Tapi jika ingin semuanya terasa membahagiakan, maka lakukanlah pasanganmu dengan baik seperti kamu yang juga ingin diperlakukan dengan baik.

💕 Anggaplah Pasanganmu seperti Saudara

Poin yang satu ini adalah pesan suami yang selalu aku ingat. Anggaplah pasanganmu seperti saudaramu sendiri. Bukan berarti menyamakannya dengan saudara, tapi maksudnya disini adalah ikatan yang terjadi atas takdir Allah tidak bisa diputuskan begitu saja. Sama seperti kita menerima keadaan orang tua, kakak, atau adik yang statusnya tidak akan berganti apapun yang terjadi. Jika banyak sifat buruknya, kelakuan yang kurang menyenangkannya, sampai kapanpun yang namanya saudara, tetaplah menjadi saudara. Nah nggap pula ikatan yang terjalin dengan pasangan seperti itu adanya, baik buruknya yang terjadi, yang namanya istri atau suami tidak akan terganti.

Itulah beberapa tips yang bisa diaplikasikan dalam mempertahankan hubungan rumah tangga yang harmonis semenjak tahun awal pernikahan yang katanya "rawan" hingga Jannah-Nya nanti.

Semoga bermanfaat.


6 comments:

  1. Kok menyentuh ya di poin ke 5. Gak cuma ke pasangan sih mba, ke orang lain kalau kita juga memperlakukan orang baik, InsyaAllah akan datang kebaikan pula kepada kita. Love this post 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget ke semua orang harus gitu. Kadang kita malah lupa melakukan itu ke pasangan sendiri dan dengan gampangnya bilang "kamu nggak peka". Padahal kitanya juga nggak peka wkwkwk.

      Makasi Mbak 😘

      Delete
  2. Iyaaa... mbak... aku sering nangani kasus perceraian dengan perkawinan di bawah usia 5 tahun. Sedih. Nggak sedikit yang aku sarankan ke psikolog dulu atau konsultan pernikahan sebelum datang ke saya. Tapi, namanya kehendak orang yang nggak bisa saya kendalikan, ya akhirnya putus juga...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Allah pasti sedih banget itu menyaksikan banyak pasangan yang pisah. Putus pas pacaran aja bikin patah hati, apalagi pisah setelah menikah 😭

      Delete
  3. Tidak pernah ada hubungan yang baik tanpa ada komunikasi yang baik. Nice quote mbak, thanks for sharing :)

    ReplyDelete