Profesi yang Diambil Alih Ibu Selama Pandemi Corona

Source : freepik.com

Pandemi Corona telah memberikan perubahan besar pada aktifitas harian kita. Biasanya pagi-pagi bergegas berangkat kerja, sekarang disuruh Work from Home atau bekerja dari rumah saja. Dulu setiap akhir pekan selalu jalan-jalan dan liburan, sekarang harus di rumah menghabiskan waktu bersama. Bosan? Sudah pasti, itu manusiawi. Tapi jangan sampai mengeluh atau malah bandel keluar rumah dan melanggar aturan pemerintah. Bahayanya bukan hanya untuk diri sendiri, tapi keluarga dan orang lain juga.

Nah, berhubung #dirumahaja dan dilarang kemana-mana, banyak profesi baru yang terpaksa diambil alih ibu agar anggota keluarganya tidak perlu keluar rumah ketika membutuhkan jasa mereka. Apalagi jika harus melakukan kontak fisik dan berkerumun, rasanya terlalu riskan jika tetap memaksakan diri mengunjungi langsung si penyedia jasa tersebut.

Ternyata dikeadaan serba dadakan ini, banyak skill baru yang terlatih. Malah hasilnya ada yang tidak kalah bagus dari tenaga profesional sebenarnya, lo. Selama bisa dilakukan sendiri, kenapa tidak? Minim beresiko, lebih aman, lebih hemat, lebih seru, lebih berkesan dan banyak keuntungan lainnyang membuat waktu di rumah saja tetap berwarna.

Profesi apa sajakah itu? Berikut beberapa diantaranya.

Koki

Source : freepik.com

Profesi yang menduduki peringkat teratas sebagai salah satu idola ibu-ibu adalah koki. Dari yang biasanya tidak pernah masak, sekarang sudah bisa menyajikan menu 4 sehat 5 sempurna untuk suami dan anak. Sebelumnya tidak pernah menggunakan mixer, sekarang sudah ahli membuat dessert. Dulu beli gas 3 kg bisa 2 bulan sekali, sekarang 2 minggu sudah harus diganti. Alasan utamanya adalah demi menjamin kebersihan dan kualitas makanan untuk keluarga. Makanan yang dimasak sendiri pasti jauh lebih higienis dari segi bahan hingga proses pengolahannya. Penggunakan penyedap berlebih atau penambah rasa buatan dan pengawet bisa dihindari.

Guru

Source : freepik.com

Bagi ibu-ibu yang anaknya sudah bersekolah dan harus menjalani Study from Home atau belajar dari rumah selama pandemi, tentunya harus menggantikan peran guru agar materi pelajaran yang disusun sekolah tetap bisa dipahami anak dengan baik. Banyak ibu yang kesusahan dengan profesi yang satu ini. Kesabaran yang diuji, metode belajar tepat dan pengaturan waktu harus dipelajari dan dipikirkan setiap hari supaya anak tetap tertarik belajar. Ibu dituntut untuk terus memperdalam ilmu keguruan agar proses belajar dirumah tetap berjalan efektif.

Tukang Cukur

Source : freepik.com

Keseruan ibu selama di rumah masih kurang lengkap jika belum memerankan profesi yang satu ini. Yap, tukang cukur atau tukang potong rambut. Supaya lebih keren, boleh lah pakai istilah hair stylist-nya suami dan anak-anak. Bahkan menggunting rambut sendiri pun dilakoni. Berbekal keterpaksaan dan coba-coba, banyak ibu yang berhasil merapikan rambut seluruh anggota keluarga dengan modal gunting, sisir dan cukuran. Maklum, terlalu banyak kontak fisik yang terjadi jika tetap memaksakan diri pergi ke tukang cukur akan memperbesar kemungkinan penularan Corona.

Pedagang

Belanja secara online semakin digandrungi semenjak terjadinya pandemi, terlebih lagi setelah diberlakukannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di beberapa daerah Indonesia. Banyak toko terpaksa tutup dan pembeli kebingungan harus belanja kemana. Namun, semua itu bisa teratasi dengan jual beli online. Pedagang dan pembeli tidak perlu lagi bertatap muka untuk bertransaksi. Kini banyak pedagang online yang berseliweran di media sosial atau grup chatting untuk memasarkan dagangannya. Bisa produk buatan sendiri, membantu teman, saudara, tetangga, rekan kerja, atau kepala keluarga yang terkena PHK yang tetap semangat mencari nafkah. Tidak jarang pula yang menawarkan jasa titip bahan masak seperti sayur, ikan, daging, tahu, tempe dan sebagainya. Sangat membantu, dan tentunya juga cuan!

Pengasuh

Source : freepik.com

Ibu bekerja yang biasanya menitipkan anak pada pengasuh harian pulang-pergi, tentu lebih memilih mengasuh anak sendiri agar Corona tidak terbawa masuk ke rumah dan menularkan kepada angggota keluarga. Apalagi ada anak kecil yang harus sangat dijaga kesehatannya.  Umumnya pengasuh akan dirumahkan sementara demi kenyamanan kedua belah pihak. Nah, berhubung Work from Home, maka tugas pengasuh akan diambil alih ibu. Pokoknya pekerjaan ibu bisa jadi bertambah dua kali atau tiga kali lipatnya karena pandemi ini. 

Asisten Asisten Tangga (ART)

Source : freepik.com

Sama halnya dengan pengasuh harian, tidak sedikit pula ibu-ibu yang membutuhkan jasa ART harian yang hanya datang untuk mengerjakan pekerjaan bersih-bersih rumah, memasak, menyetrika baju, mencuci dan lainnya sesuai kesepakatan. Setelah selesai, maka ART akan langsung pulang. Alasan kenyaman dan kesehatan juga memaksa banyak ibu merumahkan sementara ART harian mereka. Otomatis, pekerjaan ART harus dikerjakan ibu demi terjaganya keadaan rumah yang bersih dan kondusif.

Baca juga 
Corona Sebabkan Krisis, Perempuan Bisa Apa?
Resep Donat Sederhana, Empuk, Lembut dan Mengambang Tanpa Mixer
Tips Bisa Tetap Ngeblog Meski Sibuk
Resep Pie Susu, Nggak Nyangka Bikin Pie Susu Segampang Ini!
Mudahnya Investasi Emas Bersama ANTAM Logam Mulia


Perawat

Source : freepik.com

Berhubung rumah sakit menjadi area berbahaya intuk dikunjungi selama pandemi, maka ibu akan mengambil alih peran perawat jika ada salah satu anggota keluarga yang tiba-tiba jatuh sakit. Sakit yang dimaksud disini bukan merupakan penyakit berbahaya yang mengancam nyawa, namun penyakit musiman yang sering menyerang seperti demam, flu, diare ringan, dan lainnya yang bisa sembuh dengan melakukan perawatan di rumah saja. Jika dulu sakit sedikit langsung panik dan sesegera mungkin mengunjungi dokter, beda cerita dengan sekarang, sebisa mungkin menghindari konsultasi dokter bila tidak terlalu berbahaya. Ibu semakin sering belajar tata cara menangani pasien sakit dengan gejala tertentu baik itu dengan memanfaatkan aplikasi kesehatan yang memberikan fasilitas tanya jawab dengan dokter, membaca artikel internet dari sumber terpercaya atau banyak bertanya kepada orang lain yang berpengalaman.

Peracik obat

Source : freepik.com

Kesehatan tubuh harus selalu terjaga agar virus dan sumber penyakit lain bisa dilawan oleh antibodi dan tidak menimbulkan masalah serius. Semenjak pandemi, ibu menjadi orang pertama yang sibuk memikirkan dan meracik berbagai obat penjaga daya tahan tubuh mulai dari obat herbal, multivitamin, essential oil, atau berbagai kombinasi obat umum lainnya. Begitu juga obat-obatan untuk penyakit langganan keluarga yang bisa menjangkit kapan saja, ibu sigap mencari tahu dan mempelajari atau mengingat kembali obat yang pernah diresepkan dokter. 

Penjahit

Source : freepik.com

Biasanya jika ada kancing baju yang lepas, karet celana anak yang melar, jahitan terbuka dan masalah pakaian kecil lain, maka tukang jahit menjadi andalan. Tapi sekarang, kemampuan ibu yang selama ini terpendam langsung terasah demi memperbaiki baju anggota keluarga yang rusak agar masih tetap bisa dipakai atau sobeknya tidak semakin lebar. Apalagi baju favorit anak yang sering ditanyakan setiap kali selesai mandi. Benang-benang dan mesin jahit yang biasanya teracuhkan, kini menjadi teman setia.

Fotografer

Source : freepik.com

Mendokumentasikan hasil karya selama di rumah tentunya penting sebagai bukti keberhasilan diri. Tidak melulu harus dipublikasikan, hanya disimpan saja, sudah memberikan kepuasan tersendiri. Biasanya ini dilakukan ibu-ibu dengan hobi baru yang sebelumnya jarang sekali atau tidak pernah dilakukan. Misalnya dulu tidak pernah membuat kue, sekarang menjadi rajin baking cake. Dulu sibuk pergi hang out, sekarang jadi suka membuat kerajinan multifungsi. Demi terdokumentasikannya hasil karya ini, ibu menjadi banyak belajar mengenai fotografi agar foto yang dihasilkan menarik. Diunggah di media sosial pun akan banjir pujian. Bahkan ada juga yang berhasil memenangkan challenge atau give away dan mendapatkan hadiah menarik.

Itulah beberapa profesi yang diambil alih ibu selama pandemi Corona yang mengharuskan kita semua tetap di rumah saja. Jangan sampai waktu berlalu tanpa arti ya, harus ada kegiatan bermanfaat yang dilakukan agar tetap produktif dan meminimalisir timbulnya rasa bosan. 

Semoga pandemi cepat berakhir dan bumi kembali pulih :)


4 comments:

  1. Profesi baru untuk sy adalah menjadi tukang cukur bagi sy dan anak2. Kalau bagi sy sih itu gampang krn sy ana keahlian dlm motong rambut. Namun bagi istri ini.

    Semoga pandemi segera berakhir sehingga kita bisa beraktifitas seperti sedia kala.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau punya keahlian memotong pasti sangat membantu ya :)

      Aamiin aamiin YRA. Semoga semuanya bisa kembali seperti sedia kala.

      Delete
  2. tukang cukur, untungnya dulu pernah kursusu potong rambut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah untung ya, jadi hasil potongannya bisa rapi :)

      Delete

Sebelum komentar, login ke akun Google dulu ya teman-teman. Jangan ada "unknown" diantara kita. Pastikan ada namanya, biar bisa saling kenal :)