Showing posts with label Ibu Rumah Tangga. Show all posts

Bantah Stigma “Ibu Rumah Tangga Tidak Bisa Apa-Apa” dengan Menjadi Blogger

14 comments

ibu rumah tangga jadi blogger

Jujur, tidak pernah terbayangkan bahwa aku akan menjadi seorang blogger dengan aktivitas menulis yang rutin. Bila diingat ke belakang, mata pelajaran yang butuh kemampuan merangkai kata, seperti mengarang, meringkas atau menceritakan sesuatu, pasti membuat tingkat kemalasanku naik berkali lipat. Namun ternyata, takdir membawaku untuk mencintai apa yang dulunya aku hindari. 

Mengerjakan Pekerjaan Rumah Tangga Juga Ada Ilmunya, lo! Yuk, Simak 8 Tips Berikut

10 comments
Source : freepik.com by freepik

Pekerjaan rumah tangga yang endless alias tanpa akhir ini memang terlihat sepele. Mulai dari beres-beres rumah, cuci piring, cuci baju, masak dan lainnya, dianggap mudah dilakukan tanpa harus banyak belajar. Pekerjaan yang terkesan sederhana dan lumrah karena rutin dilakukan setiap hari bahkan bisa berkali-kali dalm sehari. Apalagi untuk ibu-ibu, urusan rumah tangga seperti ini sudah menjadi sebuah rutinitas wajib.

Tapi tau nggak sih kalau mengerjakan pekerjaan rumah tangga juga ada ilmunya?
Tidak bisa sembarangan, ada tata cara dan urutannya. 

Melakukannya dengan sembarangan memang bisa menyelesaikan, namun belum tentu terselesaikan dengan baik. Mungkin saja hasilnya tidak bersih, prosesnya memakan banyak waktu, terlalu melelahkan atau mubazir. Padahal semua itu bisa dihindari jika menerapkan ilmu-ilmu yang mungkin saja belum kamu tau.


***

Apa saja ilmu dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang bisa dipraktekkan di rumah? Tentu saja demi proses dan hasil yang maksimal

Tidak ada satu jenjang pendidikan pun yang mengajarkan bagaimana cara mengerjakan pekerjaan rumah tangga dengan baik dan benar. Biasanya ilmu ini diwariskan secara turun temurun dari orang tua yang lebih berpengalaman. Misalnya dari ibu ke anak perempuannya. Karena sering dilakukan, wajar jika banyak tips dan trik terkait ini tercipta. Sehigga banyak pekerjaan rumah tangga yang bisa diselesaikan dengan baik, bukan hanya asal selesai.


🔶️ Mencuci piring

Mencuci piring memang tidak sulit, tinggal diusap sabun lalu dibilas. Tapi jika hanya menerapkan konsep seperti itu, piring yang telah dicuci bisa saja masih berminyak dan belum bersih. Cara yang baik untuk mencuci piring adalah memulai dari yang paling tidak berminyak dan bebas bau-bauan yaitu gelas dan sejenisnya. Selanjutnya barulah piring dan sendok yang lumayan berminyak. Terakhir yang biasanya paling kotor, berkerak dan berminyak adalah alat masak seperti panci dan wajan. Kenapa harus berurutan seperti ini? Karena jika urutannya terbalik, minyak akan menempel pada spon dan mengotori piring atau gelas yang dicuci setelahnya. Penting juga untuk membuang sisa makanan sebelum mencuci piring agar tidak menyumbat saluran pembuangan air. 


🔶️ Mencuci Pakaian

Saat mencuci, pakaian yang berwarna gelap jangan dicampur dengan pakaian yang berwarna cerah, apalagi putih. Pisahkan pakaian dalam 3 ember, yaitu untuk yang berwarna putih, berwarna cerah dan berwarna gelap. Meskipun bahannya tidak luntur,  biasanya air bekas rendaman tetap saja terkontaminasi dengan warna pakaian. Selain itu, perlu juga mengetahui pakaian mana saja yang berbahan mudah luntur dan wajib mencucinya secara terpisah. Jika membeli baju baru, juga harus dicuci terpisah dari pakaian lain untuk mengetahui luntur atau tidaknya. Jangan sampai kesalahan dalam mencuci malah membuat banyak pakaian berubah warna dan ternodai.


🔶️ Menjemur Pakaian

Menjemur pakaian juga harus diperhatikan tata letaknya agar lebih cepat kering dan dapat memanfaatkan sinar matahari secara maksimal. Jemurlah pakaian yang berukuran paling besar dan lebar di bagian dalam atau bawah. Barulah pakaian yang berukuran paling kecil dibagian terluar. Kenapa? Karena jika letaknya terbalik, pakaian yang besar dan lebar akan menutupi panas matahari dan menghambat sirkulasi udara sehingga tidak bisa mengenai pakaian kecil dibelakangnya. Pakaian akan membutuhkan waktu lama untuk kering secara menyeluruh. Sedangkan jika pakaian kecil diletakkan paling luar, semua pakaian akan kering dengan cepat karena mendapatkan sinar matahari yang cukup dan sirkulasi udara yang baik.

Baca juga : Wanita Berdaster Jangan Minder, Ini Tipsnya!


🔶️ Menyetrika Pakaian

Kelompokkan pakaian sesuai bahan dan ukuran. Dahulukan pakaian yang paling sulit disetrika. Waktu awal memulai pekerjaan ini biasanya kita masih memiliki energi dan semangat yang cukup. Jadi menyelesaikan pakaian yang paling sulit terlebih dahulu menjadi pilihan yang tepat. Bayangkan saja jika menyetrika kemeja, long dress atau baju berukuran besar dan berbahan kusut dibagian akhir, kita sudah lelah duluan dan akan memancing rasa malas menyelesaikan. Selain itu, pakaian yang tidak butuh panas tinggi juga sebaiknya disetrika terakhir agar tidak terlalu sering mengatur suhu alat setrika. 


🔶️ Menyapu dan Mengepel

Mulailah dari area yang paling bersih terlebih dahulu dan arahkan ke pintu keluar. Biasanya kamar tidur adalah ruangan yang paling pas untuk memulai menyapu dan mengepel, hingga nanti berakhir di teras rumah. Jika memulai dari ruangan yang paling kotor, membersihkan rumah menjadi semakin sulit dan lama dilakukan. Kotoran bisa saja tertinggal dan mengotori ruangan lain yang awalnya tidak terlalu kotor. Gunakanlah sapu yang berbeda antara ruangan dalam dan luar. Jika disamakan, kotoran dari lantai luar bisa saja menempel di sapu dan mengotori lantai ruang dalam saat nanti menggunakannya kembali.


🔶️ Belanja Bahan Masakan

Belanja bahan masak bisa kok 1 kali salam seminggu. Lebih praktis dan tidak repot harus berulang kali ke pasar atau bertemu tukang sayur. Caranya adalah berbelanja bahan masakan yang memiliki daya tahan berbeda. Perdagingan seperti ayam, daging atau ikan bisa diselamatkan oleh freezer kulkas sehingga bisa bertahan lama. Untuk bahan lain seperti sayuran, belilah dua jenis sayur yaitu sebagian sayuran yang cepat layu dan sebagian lagi yang bisa tahan lama. Misalnya bayam, kangkung atau tauge yang cepat busuk atau layu, bisa dimasak di hari awal setelah berbelanja. Sayuran labu siam, wortel, kol, buncis atau kacang panjang bisa dimasak terakhir karena lebih awet meskipun telah disimpan beberapa hari. 


🔶️ Memasak

Memasak akan jauh lebih cepat jika menggunakan kompor minimal dua tungku. Masaklah terlebih dahulu menu yang bisa ditinggal lama saat dimasak seperti sop, makanan yang dikukus atau ayam tepung yang butuh digoreng selama 15 menit. Selagi menunggu masakan tersebut matang, persiapkan menu lain yang akan dimasak selanjutnya. Dengam cara ini, waktu memasak bisa dipersingkat tanpa perlu meninggalkan dapur dan berisiko kelupaan. Sebagai saran tambahan, jika tidak terlalu cekatan menggunakan pisau untuk mencincang atau mengiris, gunakan saja parutan dengan beragam mata pisau lalu sesuaikan dengan ukuran potongan yang diinginkan. Urusan potong-memotong yang memakan waktu lama dapat terselesaikan dengan cepat dan mudah.



🔶️ Menyikat Kamar Mandi

Meskipun tertutup, kamar mandi tetap harus dijaga kebersihannya. Apalagi ada anak kecil di rumah yang rentan tergelincir jika lantai kamar mandi tidak rajin disikat. Agar menyikat kamar mandi ini lebih mudah dan cepat, usahakan menyikat lantai kamar mandi setiap kali sehabis mandi. Menggunakan sikat bertangkai panjang jauh mempermudah karena tidak harus jongkok dan membungkuk saat menyikat lantai. Tidak perlu lama, 5 menit sudah cukup. Bagian lainnya seperti kloset bisa dijadwalkan 1 atau 2 kali seminggu. Mulailah dari area yang lebih tinggi terlebih dahulu. Hingga berakhir di saluran pembuangan sehingga kotoran yang tersaring bisa diambil sekaligus.


***

Itulah beberapa tips dan trik mengerjakan pekerjaan rumah tangga ala aku. Jika mengerjakan sesuatu pekerjaan dengan ilmu, pasti hasilnya jauh lebih baik. Tidak terkecuali dalam urusan rumah tangga. 

Apakah kamu punya ilmu lainnya? Yuk share di kolom komentar.

Semoga bermanfaat :)


Mengurus Dua Anak Sendiri tanpa Pengasuh dan Asisten Rumah Tangga? Bisa Kok!

2 comments

Jauh sebelum menikah, aku sudah membayangkan betapa bahagianya bisa hadir dalam setiap momen kehidupan anak. Yap, aku memang bercita-cita menjadi ibu rumah tangga. Banyak orang yang menganggap itu bukanlah sesuatu yang layak untuk dicita-citakan. Bagi mereka, tanpa usaha apa-apa pun semua wanita bisa menjadi ibu rumah tangga. Tapi tidak begitu bagiku. Ibu rumah tangga tetaplah membutuhkan ilmu yang tak luput dari proses belajar.

Setelah kelahiran anak pertama, aku memutuskan berhenti bekerja dan fokus mengurus keluarga. Awalnya memang berat. Aku tertekan dengan semua kehidupan baru yang dijalani. Pekerjaan rumah tangga yang tak ada habisnya, waktu bertemu dengan teman-teman yang tersita, memanjakan diri, bersantai, tidur nyenyak, atau sekedar bernyanyi saat mandi pun sirna. Aku menjadi begitu sibuk, sangat sibuk.

Bukannya tidak mampu membayar Asisten Rumah Tangga (ART) untuk membantu, tapi aku pribadi merasa kurang nyaman jika ada orang lain yang bukan saudara tinggal bersama di rumah kecil ini. Apalagi banyak kelakuan ART yang harus dihadapi. Aku pernah mencoba mempekerjakan 2 orang ART sebelum ini, bukannya banyak membantu, malah menambah masalah baru.

***

Bisa karena terbiasa. Semua tekanan itu perlahan menghilang. Aku bukan lagi wanita lemah yang selalu mengeluhkan keadaan. Menjadi ibu rumah tangga ternyata tidak semenakutkan itu, asalkan selalu berpikir positif dan percaya bahwa kita mampu.

Semua hal dalam hidup ini perlu pengaturan yang tepat dari segi cara dan waktu, termasuk mengerjakan seluruh urusan domestik keluarga. Profesionalitas bahasa kerennya.

Mulai dari pagi hingga pagi lagi, jadwal yang tersusun sangat padat tanpa jeda. Apalagi masih ada bayi ASI yang harus aku susui setidaknya 1 sampai 3 kali di tengah malam. Tidur pulas semalaman masih menjadi sebuah imajinasi. Lelah memang, tapi membahagiakan. Puasnya itu beda.

Baca juga : Wanita Berdaster Jangan Minder. Ini Tipsnya!

***

Apa saja tips yang bisa dilakukan agar semua pekerjaan rumah tangga bisa diselesaikan meskipun ada 2 balita yang harus diasuh?
________________

Anak satu saja sudah membuat sibuk, apalagi dua?

Pengalaman memang mengajarkan banyak hal. Keadaan ibu beranak satu dengan ibu beranak dua tidaklah sama. Sekarang aku merasa jauh lebih rileks sehingga bisa mengerjakan segala sesuatunya dengan cekatan. Aku selalu berpikir dan berusaha menemukan trik agar semua antrian pekerjaan bisa diselesaikan secepat mungkin. Waktu terasa sangat berharga.

Meskipun masing-masing ibu memiliki standar dan cara berbeda dalam mengurus rumah tangga, mungkin saja beberapa tips ala aku berikut ini bisa memberikan inspirasi baru. 

🌸 Membersihkan rumah cukup sekali sehari atau jika sudah terlalu mengganggu dan urgent

Membersihkan rumah terlalu sering hanya akan membuang-buang waktu dan tenaga. Rumah yang rapi dan bersih tidak akan bertahan lebih dari 1 menit jika ada balita di rumah. Aku biasanya memilih waktu sebelum tidur malam sebagai saat yang tepat untuk bersih-bersih. Selain memberikan rasa nyaman saat bangun pagi karena melihat sesuatu yang rapi, malam hari setelah anak tidur merupakan waktu panjang yang bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan segala yang belum selesai tanpa interupsi. Bukan pemandangan asing lagi jika aku menyapu, mencuci piring atau mengepel di malam hari. 

Meskipun begitu, terkadang bisa saja mainan yang berserakan terlalu banyak dan memenuhi lantai sehingga untuk berjalan saja sulit. Anak-anak yang sedang bermain terlihat susah bergerak dan kesakitan saat terinjak mainan yang bersudut lancip. Atau bisa jadi ada tamu dadakan yang akan singgah beberapa menit lagi. Di keadaan seperti inilah aku juga harus segera mengambil tindakan bersih-bersih rumah. Jika di totalkan, sesering-seringnya aku membersihkan rumah dalam sehari, itu tidak lebih dari 3 kali.

🌸 Belanja kebutuhan cukup 1 kali seminggu

Selama hampir 4 tahun belakangan ini, aku tidak lagi mengenal istilah belanja bulanan. Yang ada adalah belanja mingguan. 1 kali dalam seminggu, aku akan berbelanja semua keperluan rumah mulai dari bahan masak, cemilan, keperluan mandi, keperluan mencuci dan semua yang akan dipakai di rumah. Daftar belanjaan yang nyaris sama hanyalah keperluan bahan-bahan masakan seperti ayam, daging, telur, sayuran dan bumbu dapur. Selain itu, tergantung stok persediaan yang masih tersimpan di lemari. Bisa saja minggu ini keperluan mandi habis, minggu depannya keperluan mencuci yang habis. 

Kenapa aku melakukannya 1 kali dalam seminggu? Karena terlalu memusingkan untuk mengingat begitu banyaknya keperluan rumah tangga untuk 1 bulan. Jadi sekalian saja habis belanja sayur, mampir ke mini market.

🌸 Masak cukup 1 kali sehari dengan 1 menu atau maksimal 2 menu sederhana

Makanan sehat tidak harus rumit dan banyak rempah. Bahan masakan yang diolah sederhana juga bisa enak kok. Jangan membebani diri sendiri untuk menyajikan aneka menu lengkap di meja makan. Jauh lebih meringankan jika memasak 1 atau maksimal 2 menu saja dalam 1 hari untuk seluruh anggota keluarga. Protein hewani, protein nabati dan sayuran bisa dimasak menjadi satu dengan resep yang kreatif. Jika pun ada beberapa sayur yang pengolahannya tidak biasa digabung dengan protein, baru lah dimasak terpisah. 

Aku memilih waktu di pagi hari setelah shalat Subuh dan sebelum anak-anak bangun untuk memasak menu sehari. Jadi makanan tetap segar dan tidak perlu sering dihangatkan untuk menghindari basi. Takar porsi agar pas habis dalam sehari supaya tidak bosan dengan menu yang sama berhari-hari. Karena ada dua balita yang belum bisa mengkonsumsi makanan pedas, aku memilih untuk memasak terpisah sambal gorang atau membeli chili oil dan sambal kemasan. Kadang makan nasi tanpa sambal itu kurang greget.

Baca juga : 3 Resep Olahan Daging Sederhana dan Enak untuk Keluarga


🌸 Tidak wajib setrika baju rumah

Baju sehari-hari yang dipakai di rumah seperti kaos tipis atau daster dan celana pendek, tidak perlu disetrika jika memang tidak sempat. Bukannya malas mengerjakan, tapi terlalu berbahaya jika anak-anak mendekat disaat kita tengah sibuk memaju-mundurkan setrikaan. Bisa saja anak terkena besi panas atau tersandung kabelnya. Mengerjakan saat malam hari juga tidak mungkin karena harus beristirahat agar kondisi tubuh tetap terjaga.

Bagaimana dengan baju kerja suami atau baju bepergian? Aku menyetrika sesaat sebelum digunakan. Sepertinya memang boros listrik dan waktu, tapi inilah hal terbaik yang bisa aku lakukan sampai saat ini agar ritual setrika tidak menjadi beban.

🌸 Mencuci baju dalam satu waktu sampai keranjang benar-benar kosong

Wajib menyisihkan waktu satu hari untuk mencuci. Berhubung selama ini aku hanya memiliki pengalaman mencuci dengan mesin cuci yang harus dipencet-pencet secara manual, setidaknya aku harus membersamai mesin cuci ini selama digunakan. Jika terbengkalai atau lupa, bisa jadi urusan cuci-mencuci tidak selesai dari pagi hingga pagi lagi. Hari mencuci ini tergantung dengan stok pakaian di lemari. Aku harus rutin mencuci 1 kali dalam 5 hari agar pakaian bersih anak-anak masih ada. Maklumlah, anak-anak bisa ganti baju beberapa kali dalam sehari, jadi bisa dijadikan alarm untuk segera mencuci jika stok pakaian bersih mereka menipis.

🌸 Menyikat kamar mandi setiap kali mandi

Jujur pekerjaan yang satu ini menduduki urutan pertama dalam "hal yang paling malas dilakukan". Malasnya bukan baru-baru ini, tapi semenjak gadis aku sering membiarkan kamar mandi hingga begitu kotor. Menjijikkan memang. Tapi anehnya, aku juga paling benci dengan kamar mandi yang jorok. Ah sudah lah, semakin membingungkan untuk dibahas panjang lebar.

Intinya, dengan kehadiran anak-anak, aku tidak boleh membiarkan kemalasan itu merajalela hingga kamar mandi berubah menjadi area berbahaya untuk mereka. Lantai licin bisa menyebabkan tergelincir dan keadaan kotor tentunya sangat tidak menyehatkan. Sedangkan setiap hari kita bisa berkali-kali memasuki kamar mandi. Jadi solusi jitu yang aku praktekkan hingga sekarang adalah menyikat lantai kamar mandi setiap kali selesai mandi. Lebih nyaman jika menggunakan sikat bertangkai panjang agar tidak perlu jongkok atau membungkuk untuk menyikat. Nah, toiletnya bisa disikat 2 kali seminggu saja. Tidak lama kok, 5 menit saja sudah cukup.

Note : kamar mandi berukuran standar perumahan, tanpa bak air, tanpa bathub dan tanpa pemisah antara area basah dan area kering seperti kamar mandi hotel.

🌸 Kondisikan anak saat sibuk

Aku tipe orang yang tidak bisa bekerja di bawah tekanan. Jadi jika anak menangis dan rewel saat aku sibuk, dijamin hasilnya akan berantakan. Dari pada pekerjaan rumah tidak kunjung selesai, lebih baik aku mengkondisikan anak-anak agar tetap diam dan tidak mengganggu untuk beberapa saat. Ini harus aku lakukan jika pekerjaan atau aktifitas tersebut bisa membahayakan mereka, seperti memasak atau saat ditinggal mandi. 

Youtube adalah penolong terhebat saat terdesak. Video anak seperti Pingfong, Cocomelon, Vlad dan Nikita atau animasi lainnya dijamin sukses membuat anak-anak diam sesaat. Sebagai catatan, aku bukan tipe orang tua yang anti gadget. Jadi membiarkan mereka menonton video kesukaannya sejenak tidak ada masalah. Jangan lupa selalu mengawasi dan mengajak berkomunikasi sesekali dengan pertanyaan singkat mengenai tontonannya agar tidak terlalu terpaku menatap layar. 

Tapi kadang-kadang memberikan kertas gambar dan krayon atau menghidangkan cemilan manis juga mempan untuk membuat mereka tidak mendekat beberapa menit. 

Baca juga : Tips Mendapatkan Dampak Positif Gadget untuk Tumbuh Kembang Anak


🌸 Makan, mandi dan tidur di satu waktu

Poin terakhir yang bisa menghemat waktu lumayan lama adalah makan, mandi dan tidur secara bersama dalam satu waktu. Misalnya makan, aku harus sigap menyuapi anak-anak secara bergantian dan menyuapi diri sendiri agar semuanya bisa makan tepat waktu dijam makan. Begitu pula dengan mandi, biasanya si abang sibuk main air sembari adiknya mandi, lalu nanti setelahnya barulah dia yang mandi. Jadi tidak perlu berulang menyiapkan air hangat dan menyiapkan perlengkapan mandinya. Urusan tidur juga sama, baik itu tidur siang maupun tidur malam. Anak-anak harus tidur diwaktu yang sama agar tidak saling mengganggu dan aku juga bisa mengerjakan yang lain.

Baca Juga : 5 Cara Mengatasi Anak yang Tidak Mau Tidur Siang

***

Penting!

Jangan lupa sisakan waktu me time, mengembangkan diri dan bersosialisasi

Pekerjaan rumah tangga yang tidak ada habisnya pasti membuat banyak ibu kelelahan dan stres. Maka dari itu, sisakanlah sedikit waktu untuk sekedar meminum kopi atau makan mie. Satu jam saja sudah cukup kok untuk merelaksasi diri. Selain itu ibu rumah tangga juga harus mengembangkan diri agar memiliki tujuan. Sekecil apapun tujuan itu, pasti ampuh menjadi pembakar semangat. Dan satu hal lagi yang paling penting, bersosialisasilah sesekali dengan tetangga atau teman lama. Bisa juga dilakukan melalui media sosial atau grup online untuk sharing dan bercerita.
Semua tidak harus sempurna

Selama mengerjakan urusan rumah tangga sendiri dengan ditemani dua anak kecil,  buanglah jauh-jauh apa yang dinamakan "sempurna". Memang kita inginnya rumah selalu rapi, baju terlipat di lemari atau makanan tersedia dengan berbagai pilihan menu setiap hari. Kenyataanya, membuat semuanya sempurna hanya akan membuat kita menderita. Waktu hanya habis untuk urusan rumah tangga. Padahal masih ada anak yang harus ditemani bermain serta masih ada tubuh dan hati yang butuh hal lain. Selagi semuanya masih berjalan normal, berarti pekerjanan kita sebagai ibu rumah tangga sudah sukses dan patut diapresiasi.

Baca juga : Anak Tidak Butuh Ibu yang Sempurna tapi Ia Butuh Ibu yang Bahagia


Semoga bermanfaat :)


Wanita Berdaster Jangan Minder. Ini Tipsnya!

3 comments

Peran mulia sebagai ibu rumah tangga masih sering dianggap remeh oleh sebagin orang. Adanya dua kubu yang membagi kehidupan seorang ibu, yaitu ibu bekerja dan ibu rumah tangga, selalu saja memancing pro-kontra di tengah masyarakat. Ibu rumah tangga tetaplah menjadi kubu dominan yang menerima perlakuan tidak menyenangkan karena dianggap lebih rendah dan tidak bisa apa-apa. Sedihnya, sesama ibu yang sudah paham betul betapa rumitnya mengurus rumah, ternyata masih ada yang menjadi pelaku diskriminasi ini. 

Isi Kotak P3K Anak

No comments

Bagiku, selalu siap sedia dengan berbagai kemungkinan yang akan terjadi sangat penting. Ibarat pribahasa "Sedia payung sebelum hujan". Jangan sampai saat kejadian buruk terjadi, aku malah tidak ada persiapan apa-apa.

Lego, Permainan Serba Kotak yang Mampu Mengembangkan Motorik Anak

No comments

Keseruan Byan Bermain Lego. YouTube Channel : Keluarga Arka
Jangan lupa Like, Comment dan Subscribe ya gaes 😉

Sudah lama aku berniat membelikan Byan mainan Lego karena dia selalu betah duduk lama di stand Lego yang tersedia hampir di seluruh toko mainan. Walaupun tidak jelas apa yang dibuatnya, tapi melihat wajah ceria dan konsentrasi yang tinggi selama memainkannya membuat aku tidak tega mengakhiri sesi bermainnya. Akhirnya kemarin aku memutuskan untuk membelikan Lego Classic yang berisi lebih kurang 200 pieces agar Byan bisa bebas bermain di rumah tanpa harus dipaksa pulang.

5 Kunci Sukses yang Wajib Dilakukan oleh Si Peraih Sukses

No comments

Siapa sih yang tidak ingin sukses? Semua orang di dunia ini yang masih memiliki pemikiran normal pasti menginginkannya. Dan semua orang memiliki peluang yang sama untuk sukses, selagi ada usaha dan doa mengiringi setiap langkah kita, insyaAllah jalan itu akan terbuka. 

Aku dan Kista Tiroid

39 comments

Awalnya biasa saja (biar kayak lagu lawas). Nggak ada penyakit apa-apa yang aku rasakan ditubuh semok ini. Nah pas lagi megang leher karena kebetulan waktu itu aku terkena radang tenggorokan gara-gara makan salah satu mie instan yang super pedas, tanganku memegang benjolan kecil di leher bagian depan. Lah ini apa? Tapi karena aku pernah mengalami hal serupa saat masih anak-anak, aku tidak terlalu khawatir. Palingan ini sama aja, bengkaknya karena ada peradangan ditenggorokan. Nanti kalau udah sehat normal dan penyakitnya pergi pasti benjolannya juga hilang tak berbekas. Tunggu saja. Sempet nyesel sih nyobain mie super duper pedes itu dan mirisnya beberapa waktu belakangan ini aku lagi doyan-doyannya makan mie instan dengan cita rasa pedas yang bisa merubahku sementara menjadi naga yang menyemburkan api *lebay. Bahagia aja gitu menikmati sensasi bibir dower abis makan yang beginian.