Header Ads

Generasi Digital, Yuk Ketahui Dampak Positif dan Negatifnya



Aku tertarik dengan sebuah pajangan di rumah sakit tempat dimana Abyan dan Alby lahir dan diimunisasi. Padahal sudah sering berlalu lalang disana tapi kok baru nyadar kalau ada ilmu bermanfaat banget yang terpampang nyata dengan sangat jelas. Itupun si Ayah yang ngasih tau. Kalau nggak juga nggak bakalan ngeh sampai sekarang.

Generasi digital, begitulah sebutannya bagi anak-anak zaman now yang sangat tidak mungkin untuk dipisahkan dengan yang namanya peralatan digital. Kita biasa mengenalnya dengan sebutan gadget. Tidak hanya handphone, tapi termasuk tablet, komputer, laptop, mp3 player atau mungkin juga peralatan game seperti Play Station dan sejenisnya. Sebesar apapun usaha kita sebagai orang tua untuk menghindari anak dari yang namanya gadget, pasti suatu saat nanti akan datang waktunya mereka menjadi akrab dengan benda menarik ini. Bukankah lebih baik kita menghadapi era digital ini dengan bijak dari pada menghindarinya hanya karena rasa takut yang disebabkan oleh ketidaktahuan semata? 
Sebenarnya disamping dampak negatif yang ditimbulkan oleh penggunaan gadget yang kurang tepat, ada sisi positif yang bisa diberikan kepada anak jika kita bisa mengarahkannya dengan baik. Yuk kita bahas satu per satu.

Sisi Positif

  1. Anak-anak yang menonton program edukatif di internet dalam kurun waktu 6-30 minggu akan menunjukkan percepatan dalam kemampuan berbahasanya. Ini sangat nyata aku rasakan saat Byan mulai banyak mengucapkan kata-kata yang tidak pernah aku ajarkan sebelumnya. Memang dia aku perbolehkan nonton YouTube maksimal 30 menit dalam sehari. Ternyata dari tontonannya itulah dia bisa belajar banyak kosa kata baru, bukan hanya bahasa indonesia, tetapi bahasa inggris juga. 
  2. Anak-anak membakar kalori 6 kali lebih banyak dengan melakukan exergaming (game bergerak) dari pada jalan biasa atau treadmil berkecepatan 3m/jam. Bagus juga nih buat anak-anak yang memiliki masalah dengan berat badan berlebih.
  3. 20 menit main komputer setiap hari akan meningkatkan perhatian terhadap hal-hal detail pada anak prasekolah. Sebenarnya bukan main komputer saja sih, bermain tablet atau handphone saja sudah bisa membuat Byan menjadi lebih jeli dan teliti dari ayah bundanya. Objek kecil yang tidak terlihat oleh mataku biasanya bisa terlihat jelas oleh Byan. Ada yang salah dengan susunan mainannya, benda-benda yang tidak diletakkan ditempat yang seharusnya, atau sampah kecil yang hanya sebesar semut bisa menjadi perhatiannya.
  4. Sebagian remaja penggemar game menghasilkan uang dan mau menyisihkannya untuk amal. Sebagian mendukung partisipasi dalam pemilihan umum.
  5. Digital photography dilaporkan meningkatkan kecintaan anak-anak pada lingkungan.
  6. Baik anak laki-laki ataupun perempuan merasakan manfaat main games sebagai sarana melepas stres dan kemarahan.
  7. Anak 2-3 tahun yang menonton Sesame Street dan program-program sejenis lainnya, diusia 5 tahun mencetak skor lebih tinggi dalam berbahasa, matematika, dan kesiapan memasuki jenjang sekolah.

Sisi Negatif

  1. Anak batita yang menonton layar (TV, ponsel, tab) selama 5 jam atau lebih dalam sehari umumnya mengalami masalah pemusatan perhatian yang terdeteksi ketika usianya 7 tahun (usia sekolah dasar).
  2. Menonton layar (TV, ponsel, tab) selama 1 jam atau lebih dalam sehari akan meningkatkan resiko obesitas diusia dewasa.
  3. Anak-anak usia sekolah yang menghabiskan waktu dengan main komputer di rumah cenderung mengalami penurunan minat baca. 
  4. Main game berlebihan yang dilakukan anak-anak kelas 3 sampai 8 bisa menyebabkan depresi, kecemasan dan fobia sosial.
  5. Penelitian tahun 1998 sampai 2008 menunjukkan kemampuan sit up  menurun karena menonton layar (screentime) lebih disukai dari pada berolahraga.
  6. 2-4 jam menonton layar (TV, ponsel, tab) setiap hari meningkatkan resiko tekanan darah tinggi sebanyak 2,5 kali.
  7. Meskipun hanya sebagai background, TV yang menyala akan membuat anak 1-3 tahun kehilangan minat terhadap mainan. Tapi kayaknya yang satu ini tidak terjadi sama Byan deh, alhamdulillah. Soalnya aku selalu menyalakan TV setiap hari selama aku masih terjaga. Aku merasa terlalu sepi jika tidak ada suara dari TV yang selalu meramaikan rumah. Tapi setelah membaca ini sebaiknya aku harus mengurangi kebiasaan ini. Takutnya malah kejadian, kan serem juga.
Ada tips juga yang diberikan agar bisa dilakukan oleh para orang tua untuk menghindari dampak buruk yang selalu menghantui, yaitu sebaiknya memperkenalkan perangkat digital ini harus diimbangi dengan ajakan bermain aktif diluar ruang. Rasionya paling tidak 1:2 antara main gadget dengan bermain diluar ruangan.

Aku sebagai orang tua memang tidak bisa menjadikan anak bersih 100% dari penggunaan gadget. Malah disaat-saat tertentu dan urgent, aku sangat mengandalkan benda yang satu ini. Misalnya saat ditengah keramaian atau sedang makan diluar rumah, lebih aman jika mengizinkan Byan menonton lagu Baby shark dari pada membiarkan dia membuat kegaduhan. Atau jika aku kebelet pipis dan pup, mau ditahan juga nggak akan sanggup. Nah tetap juga masalah ini bisa diatasi dengan memberikan tontonan kepada Byan. Mungkin bagi sebagian orang tua cara yang aku lakukan kurang tepat untuk menangani kelakuan anak-anak seusia Byan yang memang selalu "ribut". Tapi selama itu masih dilakukan dalam batas kewajaran dan tidak menimbulkan efek samping, aku sih merasa sah-sah saja. Terkadang menjadi terlalu saklek juga tidak enak dan mempersulit diri sendiri. Bersahabatlah dengan era digital pada saat ini. Be smart.

Semoga bermanfaat ya :)


No comments